LANGKAT (HARIANSTAR.COM) – Pemerintah Kabupaten Langkat di bawah kepemimpinan Bupati H. Syah Afandin, SH, terus memperkuat langkah percepatan penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Melalui Dinas Sosial yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), distribusi bantuan dilakukan secara menyeluruh ke kecamatan-kecamatan terdampak sebagai respons atas perpanjangan status tanggap darurat banjir di Kabupaten Langkat, Minggu (7/12/2025).
Laporan TRC-PB Multi Sektor per 4 Desember 2025 pukul 08.00 WIB mencatat adanya 11 korban jiwa, 43.451 KK terdampak, serta 11.350 jiwa mengungsi. Pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi melalui pengiriman bantuan logistik yang dibagi berdasarkan tingkat dampak di setiap kecamatan.
Sebanyak 16 kecamatan prioritas telah menerima bantuan. Penyaluran dilakukan dalam jumlah besar, di antaranya beras, minyak goreng, telur, air mineral, serta mie instan.
Bantuan tersebut disalurkan ke Kecamatan Pangkalan Susu, Pematang Jaya, Brandan Barat, Sei Lepan, Besitang, Batang Serangan, Sawit Seberang, Wampu, Padang Tualang, Binjai, Tanjung Pura, Gebang, Secanggang, Hinai, Stabat, serta Babalan.
Total bantuan yang digelontorkan mencapai 115.964 kilogram beras, 2.742 bungkus minyak goreng, 5.251 papan telur, 1.244 kotak air mineral, dan 2.490 kotak mie instan. Setiap kecamatan menerima bantuan sesuai kebutuhan paling mendesak berdasarkan hasil asesmen lapangan.
Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, menegaskan bahwa percepatan distribusi bantuan merupakan prioritas utama dalam situasi darurat ini. “Saya instruksikan agar seluruh jajaran memastikan bantuan tiba tepat waktu dan tepat sasaran. Tidak boleh ada warga terdampak yang terlewat. Semua unsur pemerintah harus turun langsung mengawal pendistribusian bantuan,” tegas Afandin.
Pemkab Langkat juga terus memantau perkembangan banjir di seluruh titik agar penanganan berjalan efektif dan responsif. Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat yang juga Ketua TRC-PB, Amril, menyampaikan bahwa tim gabungan bekerja penuh selama 24 jam untuk mengawal distribusi dan memperbarui data harian.
“TRC-PB bersama TNI, Polri, dan relawan terus bergerak di lapangan. Kami memastikan seluruh jalur distribusi aman dan bantuan benar-benar diterima warga. Data juga kami perbarui setiap hari untuk menentukan kecamatan prioritas berikutnya,” jelas Amril. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor dan kecepatan respons menjadi faktor utama keberhasilan penanganan banjir tahun ini.
Untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Langkat telah mengaktifkan posko logistik dan layanan darurat di Dinas Sosial Jl. Imam Bonjol No. 67 Kwala Bingai, Posko Terpadu Kecamatan Stabat, serta Call Center Darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam. Selain itu, dapur umum dan tim medis juga ditempatkan di sejumlah titik pengungsian untuk memberikan layanan cepat kepada warga.
(Lkt)


























