KARO (HARIANSTAR.COM) – Pemerintah kabupaten ( Pemkab ) Karo saat ini sedang gencar-gencarnya menertibkan pedagang kaki lima ( PKL) di seputaran kecamatan Berastagi.
Namun Masyarakat Tanah Karo di berbagai kecamatan sudah sangat resah dengan keberadaan sejumlah oukup yang terindikasi sanggat kuat menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tersebar di beberapa Kecamatan, seperti Kecamatan Berastagi, Kabanjahe, Tiga panah, Mardingding dan lainya.
Keresahan Masyarakat bukan tanpa alasan, sebab keberadaan rumah bordil yang berkedok Oukup sanggat jelas keberadaanya, bahkan ada yang beroperasi di samping Rumah Ibadah, seperti Mesjid dan Gereja.
Misalnya saja Oukup Dieng yang berada di Jalan Udara, Kelurahaan Gundaling II (dua) Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, juga terindikaai menyediakan PSK, yang jaraknya hanya sekitar lima meter dari Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Berastagi dan tepat di Depan Gereja Bethel Indonesia (GBI).
Demikian pula keberadaan Oukup La salah Guna, Oukup Ayu, yang berada di Jalan Jamin Ginting, Desa Raya,Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, yang berdekatan dengan dengan As Sawiyah, berdekatan dengan Mesjid. Keresahaan masyarakat semakin bertambah di saat ada informasi bahwa jumlah penderita Penyakit HIV/AIDS semakin meningkat di karo, masyarakat menduga keberadaan Oukup di Karo sebagai Pemicu meningkatnya Penyakit Mematikan tersebut.
Salah seorang warga Jalan Udara, Kelurahan Gundaling II, Kecamatan Berastagi, berinisial SK (28) heran dengan keberadaan sejumlah oukup di karo yang bisa beroperasi sudah sangat lama tanpa adanya tindakan dari
dinas terkait.
“Lokasinya sangat dekat dengan gereja dan di jalan lintas, tapi kenapa ya semua lancar aja? Atau memang sudah ada kerja sama dengan dinas terkait, sehinga semua aman aman saja,” ujar SK heran.
SK menduga dia dinas terkait seperti satpol PP sudah menerima upeti dari sejumlah pengusaha oukup di Karo.
Lain lagi penuturan warga Desa Raya, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo yang tidak mau namanya di sebutkan, menurut warga tersebut sangat mustahil jika satpol PP Karo tidak mengetahu hal tersebut. “Saya sebagai warga malu, masak oukup banyak di sekitar desa Raya,dekat mesjid Lagi, apa lagi jika lewat dengan saudara atau orang kami terpaksa memalingkan muka, malu kami,” ujar warga tersebut
Warga berharap agar Pemkab Karo segera menutup oukup yang terindikasi sangat kuat menyediakan PSK dan di sinyalir sebagai pemicu meningkatnya penyakit HIV/ AIDS di Bumi Turang.
Salah seorang pemerhati HIV/AIDS Kabupaten Karo berinisial MS (43) berharap agar dinas terkait segera menindak keberadaan sejumlah oukup di kabupaten Karo yang diduga sebagai penyebab meningkatnya HIV/AIDS di Kabupaten Karo.
Kasatpol PP Kabupaten Pemkab Karo Jon Karnanta yang Di konfirmasi pada Senin (26/01/2026) mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas sosial dan melakukan penyelidikan terhadap keberadaan oukup di kabupaten Karo” belum ada laporan masuk ke kami, namun saya ucapkan terima kasih, secepatnya kami akan tindak lanjut atas laporan ini” ujar Kasatpol PP Kabupaten Karo.(TK-1)



























