MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Kematian anak kepling di Sunggal, Rio Ade Nugraha yang tewas ditikam di bagian dada oleh Arif Al Kurniawan terungkap.
Keduanya diduga sempat berseteru. Bahkan, pelaku Arif Al Kurniawan diaebut sering meresahkan warga sekitar karena sering melakukan aksi kejahatan.
Diceritakan warga, Orita Hutahuruk, sebelumnya Rio kerap menegur Arif agar tidak melakukan tindakan yang membuat warga resah.
“Katanya pelaku ini kan ada nipu tukang becak, orang tua. Terus naik ojol tapi nggak bayar. Jadi, si Rio ini bilang, jangan kayak gitu. Bayarlah, kasihan orang tua tukang becaknya. Dari situlah mulai cekcok-cekcoknya. Jadi, kalau lihat Arif, Rio bilang jangan kemari kalau buat rusuh di kampung ini. Karena bapaknya kan kepling, jangan buat malu,” ucapnya, Senin (15/12/2025).
Rabu (10/12/2025) malam, Rio dan adiknya Egi turun ke bantaran sungai Belawan.
Keduanya bersama seorang warga melihat kondisi air sungai. Saat itu, Arif datang dan keduanya kembali terlibat cekcok.
“Kami lagi lihat kondisi sungai sama abang dan kawan. Waktu itu saya lagi memfoto-foto kondisi sungai. Terus saya dengar suara orang berantam mulut. Terus saya lihat abang saya berkelahi dengan pelaku,” timpal Egi, adik Rio.
Melihat itu, pria 19 tahun itu berniat membantu abangnya namun ditahan oleh warga.
Tak berselang lama, keduanya selesai bergelut dan Rio pergi meninggalkan lokasi menuju rumahnya.
“Saya lihat ada besi, saya ambil dan saya mau bantu abang saya. Tapi saya ditahan sama orang-orang karena bahaya. Pelaku di situ megang senjata tajam kayak keris gitu senjatanya. Di situ belum saya lihat abang saya terluka,” ungkapnya.
Setibanya di dekat rumahnya, Rio pun roboh dengan luka tusukan di bagian dada. Sebelumnya, ia sempat berteriak meminta tolong dan didengar oleh Orita.
“Yang saya dengar di sini, dia di depan rumah neneknya minta tolong. Saya dengar sama beberapa warga langsung keluar. Saya lihat, korban megang ulu hatinya. Kami tanya kenapa, dia bilang ditikam Arif,” sambung Orita lagi.
Mendengar itu, Orita pun memberitahu orang tua Rio yang langsung mengepung dan menangkap Arif.
“Di situ saya panggil ayahnya, terus ayahnya mengepung pelaku dan menangkapnya,” katanya.



























