BENGKULU (HARIANSTAR.COM) – Viral video empat remaja yang masih berstatus pelajar SMK di Bengkulu kepergok dalam kamar hotel.
Empat remaja yang terdiri dari satu wanita dan tiga pria ini terjaring razia rutin oleh petugas keamanan di kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu.
Penertiban ini dilakukan oleh pihak berwenang pada hari Kamis (5/3/2026) dini hari waktu setempat.
Kejadian menghebohkan ini terungkap saat petugas menyisir kamar-kamar hotel di area tersebut.
Saat pintu salah satu kamar dibuka, petugas menemukan kelompok remaja tersebut berada di dalam satu ruangan yang sama, sehingga memicu kecurigaan terkait aktivitas mereka di sana.
Berdasarkan identifikasi awal yang dilakukan oleh petugas di lapangan, diketahui bahwa keempat remaja tersebut masih berstatus sebagai pelajar aktif.
Dialog tiga lawan satu pun terdengar dalam rekaman video yang diunggah salah satu akun Instagram @peduklipessel.
Video tersebut memperlihatkan suasana tegang saat petugas melakukan interogasi singkat kepada para pelajar yang tertangkap basah di lokasi kejadian tersebut.
Dalam cuplikan video yang beredar, salah satu remaja laki-laki yang mengenakan kaos berwarna merah tampak berusaha memberikan penjelasan kepada petugas.
Ia mengaku baru saja tiba di lokasi hotel tersebut saat petugas datang melakukan pengecekan rutin di kamar hotel itu.
“Baru datang, Pak,” ujar remaja laki-laki tersebut.
Petugas kemudian menanyakan latar belakang pendidikan mereka untuk memastikan status kependudukan dan sekolah asal.
Terungkap bahwa mereka merupakan siswa dari salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah tersebut, yang mengonfirmasi status pelajar mereka.
“Pelajar ini? Ini pelajar? SMA mana de? SMK semua?” tanya salah satu petugas.
Salah satu remaja laki-laki bahkan menyebutkan asal daerahnya saat ditanya lebih lanjut oleh petugas keamanan.
Ia mengaku berasal dari daerah Tugu Hiu dan saat ini sedang duduk di bangku kelas sebelas, yang menandakan ia masih berada di pertengahan masa sekolahnya.
“Orang Tugu Hiu, Pak. Kelas sebelas,” ungkapnya.
Selain melakukan interogasi secara lisan, petugas juga memeriksa alat komunikasi milik para remaja tersebut.
“Chatting-annya ini ya? Nah ini dia nih,” kata petugas sambil menunjukkan layar ponsel yang berisi deretan pesan singkat.
Remaja perempuan yang berada di dalam kamar tersebut juga tak luput dari pemeriksaan intensif petugas. Ia terlihat berusaha menutupi wajahnya dari sorot kamera dan pandangan orang-orang di sekitar karena merasa tertekan dengan situasi yang sedang dihadapinya.
Setelah proses pemeriksaan di lokasi selesai, keempat pelajar tersebut kemudian diarahkan oleh petugas untuk keluar dari hotel. Mereka dibawa menuju kendaraan petugas untuk menjalani proses pendataan lebih lanjut di kantor guna pemanggilan orang tua masing-masing. (*)



























