MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Beberapa hari belakangan, nama Mohan, warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjung Gusta Medan, mendapat sorotan tajam.
Hal itu ditenggarai adanya informasi yang menyebutkan jika dirinya mendapat perlakuan istimewa selama menjalani masa penahanan.
Mohan bahkan disebut-sebut terlibat dalam mengendalikan narkoba dari dalam rutan.
Informasi itu diperoleh dari sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber menyebutkan, Mohan penghuni Blok VII itu diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam rutan dan hal tersebut disebut telah diketahui oleh pihak pengamanan.
Sumber juga mengungkap adanya dugaan praktik pemberian imbalan kepada oknum petugas, sehingga Mohan disebut memperoleh keleluasaan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Bukan cuma bebas berkeliaran, Mohan juga main narkoba. Dia mengendalikan dari dalam rutan, makanya di sana dia seperti bos,” ujar sumber tersebut.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Tanjung Gusta, Harun Al Rasyid, membantah informasi tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (13/1/2025) kemarin, Harun menegaskan jika laporan tersebut tidak benar.
“Sore bang. Sudah kami tindaklanjuti informasi yg abang sampaikan, hal yang abang sampaikan itu tidak benar bang,” tegasnya.
Sebelumnya, Mohan juga diberitakan diduga bebas berkeliaran di area rutan tanpa pengawasan ketat. Selain itu, ia disebut kerap mengonsumsi minuman keras di dalam lingkungan rutan.
“Sudah menjadi pembicaraan di dalam, ada warga binaan yang mendapat perlakuan berbeda. Ini tentu menimbulkan rasa tidak adil,” kata sumber lainnya.
Menurut sumber, kondisi tersebut berpotensi memicu kecemburuan sosial di antara warga binaan lain, mengingat prinsip pemasyarakatan menekankan perlakuan yang setara tanpa diskriminasi.
“Seharusnya semua diperlakukan sama sesuai aturan. Jika benar ada pelanggaran, harus segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Namun, Harun Al Rasyid membantah adanya perlakuan khusus terhadap warga binaan tertentu.
“Informasinya tidak benar bang. Semua warga binaan diperlakukan sama tanpa terkecuali bang. Tidak ada warga binaan yang diperlakukan secara istimewa bang,” katanya. (HSC-1)



























