JAKARTA (HARIANSTAR.COM) – Sebuah pencapaian luar biasa diraih film komedi terbaru produksi Imajinari bertajuk Agak Laen: Menyala Pantiku.
Baru tiga hari penayangan, Agak Laen: Menyala Pantiku mengumpulkan total 1.205.917 penonton.
Pencapaian ini mencatatkan Agak Laen: Menyala Pantiku sebagai pencetak sejarah baru di industri perfilman Indonesia.
Ini menjadikannya sebagai film Indonesia tercepat yang mencapai satu juta penonton sepanjang tahun 2025.
Pencapaian ini dikonfirmasi melalui data kunjungan penonton akhir pekan pertama dari laman Cinepoint.
Dengan hasil tersebut, film ini menyalip rekor sebelumnya yang dipegang oleh Pabrik Gula dan Agak Laen (2024), yang masing-masing membutuhkan empat hari untuk mencapai jumlah penonton serupa.
Film garapan sutradara Muhadkly Acho ini mulai tayang serentak di seluruh Indonesia pada Kamis, 27 November 2025.
Sejak hari pertama, antusiasme penonton sudah terlihat dengan perolehan 272.846 penonton, angka debut tertinggi untuk film Indonesia tahun 2025.
Pada hari kedua, total penonton kumulatif meningkat pesat menjadi 605.280 penonton, sebelum akhirnya melejit hingga melampaui 1,2 juta pada hari ketiga, Sabtu (29/11/2025).
Pihak produksi pun menunjukkan rasa syukur atas pencapaian monumental ini.
Muhadkly Acho menyampaikan ungkapan gembira melalui media sosial, sementara produser Ernest Prakasa menegaskan bahwa prioritas utama tetap pengalaman penonton di bioskop.
Keberhasilan ini menjadi istimewa karena Agak Laen: Menyala Pantiku! merupakan sekuel dari film Agak Laen (2024) yang juga sukses besar.
Menariknya, film ini bukan hanya menyamai kesuksesan pendahulunya, tetapi bahkan melampauinya dalam waktu lebih cepat.
Capaian ini sekaligus mematahkan anggapan umum bahwa sekuel sulit mengungguli film pertamanya.
Melampaui rekor Badarawuhi di Desa Penari (2024) serta mengungguli Jumbo (2025), film ini menjadi salah satu pencapaian tercepat dalam sejarah box office Indonesia.
Sinopsis Singkat Agak Laen: Menyala Pantiku
Film berdurasi 110 menit ini kembali menghadirkan empat komika popular, Bene Dion, Oki Rengga, Indra Jegel, dan Boris Bokir, yang kini berperan sebagai detektif swasta yang selalu gagal menjalankan tugas.
Kali ini, mereka mendapat kesempatan terakhir untuk membuktikan kemampuan dengan menjalankan misi penyamaran di sebuah panti jompo misterius.
Mereka ditugaskan menemukan buronan berbahaya yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan anak wali kota.
Penyamaran mereka di tengah para lansia memicu berbagai kekacauan, komedi situasi absurd, hingga kejutan-kejutan yang menjadi kekuatan utama saga Agak Laen.
Selain empat tokoh utama, film ini turut dibintangi oleh Tissa Biani, Ariyo Wahab, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Chew Kin Wah, Jajang C. Noer, dan beberapa aktor senior lainnya.
Imajinari menyebut pencapaian ini sebagai bukti kuat loyalitas penggemar terhadap saga Agak Laen.
Melalui unggahan media sosial, mereka mengucapkan terima kasih kepada “pasukan” penonton yang datang memenuhi bioskop sejak hari pertama.
Keberhasilan luar biasa ini mempertegas posisi Agak Laen: Menyala Pantiku sebagai salah satu film komedi tersukses dalam sejarah perfilman Indonesia.
Film ini diprediksi terus menambah rekor baru dalam beberapa hari mendatang dengan tren penonton yang masih tinggi.



























