MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, Kinerja bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini ditutup beragam. IHSG di sesi perdagangan pertama sempat alami koreksi hingga ke level 9.025.
Namun di sesi perdagangan kedua IHSG bertahan di zona hijau dan ditutup menguat 0.64% di level 9.133,873. IHSG meenutup perdagangan hari ini di posisi tertingginya. Emiten sektor perbankan seperti BBCA, BBRI, BBNI, BMRI hingga BBYB, menjadi penopang penguatan IHSG pada perdagangan hari ini, ujarnya Selasa (20/1).
Ditambahkannya, Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini mengabaikan pelemahan mata uang Rupiah yang ditutup turun di level 16.935 per US Dolar. Selama sesi perdagangan berlangsung, Rupiah ditransaksikan dalam rentang 16.920 hingga 16.945 per US Dolar. Rupiah kian dekat ke level 17.000 per US Dolar, seiring dengan akumulasi sentimen negatif eksternal, ditambah dengan sikap pasar yang terus fokus terhadap potensi defisit APBN yang berlanjut di tahun 2026,ungkap Gunawan.
Data PDB China yang dirilis pada perdagangan hari ini menunjukan bahwa di Q4 ekonomi china tumbuh sesuai ekspektasi pasar. Secara kuartalan PDB china tumbuh 4.5%, atau lebih rendah dari realisasi pertumbuhan kuartal sebelumnya di level 4.8%. Ekonomi China pada perdagangan hari ini memberikan gambaran bahwa China pada dasarnya tengah mengalami perlambatan, ucapnya.
Disisi lain harga emas dunia masih ditransaksikan di zona hijau. Di sesi perdagangan sore harga emas dunia ditransaksikan dikisaran $4.663 per ons troy, atau skeitar 2.55 juta per gram.
Harga emas terus beranjak naik dan masih berpeluang mencetak rekor tertinggi baru, ditengah kenaikan harga emas dunia dan ditambah dengan memburuknya kinerja mata uang Rupiah belakangan ini, tutup Gunawan. (Abi)



























