MEDAN (HARIANSTAR.COM) – IHSG kembali gagal bertahan di atas level 8.000, dan hanya membukukan kenaikan tipis 0.2% di level 7.952,088. IHSG selama sesi perdagangan berlangsung ditransaksikan dalam rentang 7.941 hingga 8.022.
“IHSG dilanda aksi profit taking saat berada dikisaran level 8.000. Level tersebut sudah dua kali ditembus, namun hanya mampu bertahan sesaat, “ujar Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Jumat (29/8) pagi.
Gunawan menambahkan, sejumlah saham yang mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini diantaranya adalah BBCA, ANTM, CPRO, BREN hingga DSSA. Penguatan IHSG terjadi disaat banyak bursa di Asia yang juga diperdagangkan dalam rentang angka yang sempit atau terbatas. Tanpa ada banyak sentimen ekonomi besar, kinerja pasar keuangan lebih banyak di gerakan oleh faktor teknikal, jelasnya.
Terpisah,lanjutnya mata uang Rupiah juga ditutup menguat tipis di level 16.340 per US Dolar. Tidak jauh berbeda dengan IHSG, mata uang Rupiah juga ditransaksikan menguat ditengah minimnya sentimen ekonomi pada hari ini.
“Penguatan IHSG dan rupiah juga belum begitu terpengaruh dengan aksi demonstrasi besar yang di gelar pada hari ini,” tambah Gunawan.
Disebutkan Gunawan, pelaku pasar lebih banyak mengambil posisi wait and see jelang agenda ekonomi penting AS di perdagangan selanjutnya. Data tersebut yang akan lebih banyak memberikan pengaruh pada perdagangan besok, ditengah masih minimnya agenda ekonomi diluar AS, ucapnya.
Disisi lain harga emas dunia diperdagangkan nyaris sentuh $3.400 per ons troy, atau berada dikisaran level $3.398 per ons troy nya. Harga emas pada hari ini ditransaksikan naik dikisaran 1.79 juta per gram, tutup Gunawan.(abi)