MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Pelaku pasar tengah memantau terus perkembangan diplomasi antara AS dengan Iran. Bersamaan dengan hal tersebut, kedutaan virtual AS di Iran mengimbau warganya untuk meninggalkan Iran jika memungkinkan. Himbauan tersebut sejauh ini menjadi pertanda yang tidak baik bagi kinerja sektor keuangan.
Memberikan sinyal kemungkinan gagalnya pertemuan tersebut untuk menghindarkan kedua negara dari perang terbuka, ujar Gunawan Benjamin di Medan, Sabtu (7/02).
Dikatakan, Pasar saham di tanah air selama sesi perdagangan ditransaksikan di zona merah. IHSG ditutup melemah 2.08% di level 7.935,26. Dan selama sesi perdagangan berlangsung IHSG ditransaksikan dalam rentang 7.861 hingga 8.025. IHSG terpaku di zona merah seiring dengan memburuknya kinerja mayoritas bursa saham di pasar Asia, ucap Gunawan.
Selain itu, mata uang Rupiah ditransaksikan melemah ke level 16.865 per US Dolar. Kebijakan lembaga pemeringkat internasional Moody’s yang menurunkan outlook Indonesia berubah negatif, telah menjadi isu besar yang membuat kinerja mata uang Rupiah dan IHSG terbebani.
Pelaku pasar seperti tengah mengambil posisi aman untuk mengantisipasi kemungkinan hasil diplomasi antara Iran dan AS yang bisa saja memicu eskalasi ketegangan, ungkapnya.
Sementara itu, harga emas dunia justru berbalik arah dan menguat dikisaran harga $4.861 per ons troy atau sekitar 2.65 juta per gram.
Harga emas kembali menguat ditengah spekulasi pertemuan antara AS dengan Iran. Ditambah dengan data ketersediaan lapangan pekerjaan AS yang memburuk, dan kembali memicu spekulasi bahwa The Fed bisa saja mempertimbangkan pemangkasan bunga acuannya.(abi)



























