MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Ditengah mahalnya harga jagung belakangan ini, ada kabar baik dimana Bulog menggelontorkan jagung bersubsidi kepada para peternak telur ayam (layer).
Kabar tersebut akan menjadi kabar baik bagi para peternak kedepan nantinya. Setidaknya biaya input produksi bisa ditekan dan harga telur ayam tidak mengalami kenaikan. Setidaknya bisa dipertahankan di harga yang sekarang, kata Gunawan Benjamin,Pengamat Ekonomi Sumut kepada HarianStar.com di Medan,Rabu (21/2/2024) sore
Dijelaskannya, kita harapkan gelontoran pakan subsidi ini bisa menjangkau semua peternak telur ayam yang ada di wilayah Sumut. Dan agar harga telur ayam nantinya bisa bergerak seragam. Sehingga kita harapkan bahwa Bulog bisa menggelontorkan lebih banyak jagung yang dibutuhkan. Dan kalau bisa, mampu mendekati kebutuhan populasi semua peternak ayam petelur,ujar Gunawan.
Gunawan juga menyebutkan, distribusi jagung ini juga harus diawasi, mengingat harga tebus jagung yang hanya 5.000 per Kg. Sangat jauh berbeda dengan harga jagung di pasar yang mencapai 7.000 per Kg.
“Jangan sampai ditemukan adanya kebocoran, seperti membeli jagung ke Bulog terus dijual lagi di harga yang lebih tinggi. Sehingga proses pengawasannya benar-benar bisa memastikan bahwa jagung memang diperuntukan untuk pakan,”papar Gunawan.
Katanya, sejauh ini kabar yang saya terima dari Bulog, bahwa Bulog mendapatkan alokasi distribusi jagung bersubsidi sebanyak 10.550 ton yang didatangkan secara bertahap.
Angka tersebut masih jauh dari total kebutuhan akan jagung di wilayah Sumut untuk pakan ternak. Saya memperkirakan setidaknya Sumut membutuhkan minimal 60 ribu ton jagung per bulan,imbuhnya.
Baik untuk peternak ayam pedaging maupun untuk peternak ayam petelur. Kehadiran jagung subsidi dari Bulog tersebut tentunya tetap akan membantu agar tidak terjadi gejolak harga pangan kedepan. Namun, masalah di Sumut saat ini adalah mahalnya harga jagung.
Dimana jika pemerintah ingin menekan harga telur ayam dan daging ayam secara merata, maka jelas Bulog harus menyediakan lebih banyak lagi jagung subsidi,tutup Gunawan.(jae)


























