• Latest
  • Trending
  • All
Teguh Santosa: Indonesia Bisa Jadi Juru Damai Korea

Teguh Santosa: Indonesia Bisa Jadi Juru Damai Korea

27 Februari 2025
Iran Mengamuk, Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln dengan Rudal Balistik

Iran Mengamuk, Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln dengan Rudal Balistik

2 Maret 2026
Bungkam Crystal Palace, MU Tembus Posisi Tiga Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Bungkam Crystal Palace, MU Tembus Posisi Tiga Klasemen Liga Inggris 2025/2026

2 Maret 2026
Gerhana Bulan Total Bakal Hiasi Langit, Intip Waktu Terbaik Melihatnya

Gerhana Bulan Total Bakal Hiasi Langit, Intip Waktu Terbaik Melihatnya

2 Maret 2026
Finish Kelima Ajang Moto3, Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama Cetak Sejarah!

Finish Kelima Ajang Moto3, Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama Cetak Sejarah!

2 Maret 2026
Kasat Reskrim Polres Palas Jalin Silaturahmi dan Sinergitas dengan Wartawan

Kasat Reskrim Polres Palas Jalin Silaturahmi dan Sinergitas dengan Wartawan

2 Maret 2026
IRGC Menembak Jatuh Drone MQ-9 dan Hancurkan Radar FP-132 Amerika di Qatar

IRGC Menembak Jatuh Drone MQ-9 dan Hancurkan Radar FP-132 Amerika di Qatar

1 Maret 2026
Antisipasi Tindak Kejahatan, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas dan Personil Patroli Wilayah Rawan

Antisipasi Tindak Kejahatan, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas dan Personil Patroli Wilayah Rawan

1 Maret 2026
Patroli Pengamanan Sholat Tarawih di Wilayah Hukum Polsek Sosa

Patroli Pengamanan Sholat Tarawih di Wilayah Hukum Polsek Sosa

1 Maret 2026
Kutuk Serangan Israrl-AS ke Iran, MUI Desak Pemerintah Indonesia Keluar dari BoP

Kutuk Serangan Israrl-AS ke Iran, MUI Desak Pemerintah Indonesia Keluar dari BoP

1 Maret 2026
Din Syamsuddin: Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

Din Syamsuddin: Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

1 Maret 2026
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diprediksi Melejit

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diprediksi Melejit

1 Maret 2026
Ini Alasan Trump Menyerang Iran

Ini Alasan Trump Menyerang Iran

1 Maret 2026
Senin, Maret 2, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home NUSANTARA

Teguh Santosa: Indonesia Bisa Jadi Juru Damai Korea

by Yunsigar
27 Februari 2025
in NUSANTARA
Teguh Santosa: Indonesia Bisa Jadi Juru Damai Korea
FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Indonesia berpeluang besar menjadi promotor perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Keterlibatan Indonesia dalam perdamaian di Semenanjung Korea sejalan dengan prinsip “good neighbor” atau tetangga yang baik yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga

Sekda Langkat Pimpin Tim II Safari Ramadhan di Stabat, Serahkan Hibah Rp20 Juta untuk Masjid

Kapolres Karo Beri Arahan ke PJU dan Perwira, Tindak Lanjut Rapim Polri 2026

Pimpin Safari Ramadan di Salapian, Wabub Langkat Serahkan Hibah 40 Juta untuk Dua Masjid

“Salah satu ciri tetangga yang baik adalah menawarkan solusi dan jalan keluar atas kebuntuan di arena internasional, dalam hal ini di Semenanjung Korea,” ujar pengamat politik luar negeri Dr. Teguh Santosa dalam kuliah umum yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), di Medan, Selasa, 25 Februari 2025.

Kuliah umum Teguh bertema “Reunifikasi Korea: Game Theory” yang diangkat dari buku terbarunya yang berjudul sama.

Di dalam buku itu, Teguh mendekati konflik di Semenanjung Korea dengan menggunakan dua pisau analisis. Pertama, pisau analisis two-level game yang menyimpulkan bahwa kebijakan luar negeri setiap negara dipengaruhi oleh dinamika politik domestik dan politik global. Kedua, pisau analisis game theory yang menggambarkan setiap aktor negara sebagai pemain yang berusaha menerapkan strategi tertentu untuk memenangkan permainan dan di saat yang sama menebak strategi yang digunakan lawan.

Dengan kedua pisau analisis ini, Teguh membedah dinamika politik di kedua Korea dan aktor negara lain yang memiliki kepentingan langsung di Semenanjung Korea. Aktor lain yang disebutnya sebagai multipihak itu adalah Amerika Serikat, Jepang, Rusia dan Tiongkok. Keempat negara ini bersama Korea Utara dan Korea Selatan pernah bergabung dalam Six-Party Talks yang membicarakan denuklirisasi Semenanjung Korea, namun akhinya gagal.

“Kegagalan itu terjadi karena keempatnya memiliki kepentingan langsung dan merupakan bagian dari persoalan di Semenanjung Korea, sehingga ketulusan mereka sebagai promotor perdamaian diragukan pihak-pihak yang bertikai,” ujar Teguh.

Adapun Indonesia, sebut Teguh, telah menjalin hubungan baik dengan masing-masing Korea sejak lama.

Indonesia dan Korea Utara memulai hubungan diplomatik di tahun 1961. Lalu di tahun 1965, Kim Il Sung dan Kim Jong Il berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri peringatan satu dasawarsa Konferensi Asia Afrika. Dalam kunjungan itu juga, Presiden Sukarno memberikan bunga anggrek kepada Kim Il Sung yang kemudian dinamakan Bunga Kimilsung. Kisah persahabatan dengan Indonesia masih tetap hidup di tengah masyarakat Korea Utara.

Sementara hubungan Indonesia dengan Korea Selatan yang dimulai tahun 1973. Sejauh ini kedua negara memiliki hubungan ekonomi yang cukup baik. Korea merupakan salah satu negara dengan nilai investasi yang signifikan di Indonesia. Sepanjang 2019 hingga 2024, total investasi Korea Selatan di Indonesia tercatat hampir mencapai 14 miliar dolar AS di berbagai sektor.

Indonesia juga membeli pesawat-pesawat latihan dari Korea Selatan dan digandeng Korea Selatan dalam pembuatan pesawat jet tempur. Korea Selatan pun beberapa tahun lalu membuatkan tiga kapal selam kelas Changbogo untuk Indonesia.

Buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” yang ditulis Teguh diwarnai kedekatan dirinya dengan isu Semenanjung Korea sejak 2003 ketika dia pertama kali berkunjung ke Korea Utara. Sejak saat itu, Teguh telah belasan kali berkunjung ke Korea Utara dan juga Korea Selatan. (Red)

Post Views: 151
Tags: Bisa JadiIndonesiaJuru DamaiKoreaTeguh Santosa
ShareSendShare
Yunsigar

Yunsigar

Baca Juga

Sekda Langkat Pimpin Tim II Safari Ramadhan di Stabat, Serahkan Hibah Rp20 Juta untuk Masjid
NUSANTARA

Sekda Langkat Pimpin Tim II Safari Ramadhan di Stabat, Serahkan Hibah Rp20 Juta untuk Masjid

1 Maret 2026
Kapolres Karo Beri Arahan ke PJU dan Perwira, Tindak Lanjut Rapim Polri 2026
NUSANTARA

Kapolres Karo Beri Arahan ke PJU dan Perwira, Tindak Lanjut Rapim Polri 2026

1 Maret 2026
Pimpin Safari Ramadan di Salapian, Wabub Langkat Serahkan Hibah 40 Juta untuk Dua Masjid
NUSANTARA

Pimpin Safari Ramadan di Salapian, Wabub Langkat Serahkan Hibah 40 Juta untuk Dua Masjid

28 Februari 2026
Pemkab Palas Ikuti Rapat Kunjungan Gubsu Ke Kabupaten Palas Dalam Rangka Safari Ramadhan Tingkat Provsu
NUSANTARA

Pemkab Palas Ikuti Rapat Kunjungan Gubsu Ke Kabupaten Palas Dalam Rangka Safari Ramadhan Tingkat Provsu

28 Februari 2026
Bupati Karo Menerima Audiensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM)
NUSANTARA

Bupati Karo Menerima Audiensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM)

28 Februari 2026
Bupati Langkat Pimpin Safari Ramadan di Sei Lepan
NUSANTARA

Bupati Langkat Pimpin Safari Ramadan di Sei Lepan

28 Februari 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In