MEDAN (HARIANSTAR.COM) – PT Pelindo Multi Terminal bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelar Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi bagi masyarakat dari enam kelurahan di Kecamatan Medan Belawan, Selasa (21/7/2026).
Program ini terdiri atas Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Ikan dan Pelatihan Peracikan Minuman Kopi (Barista). Peserta dibekali keterampilan teknis, mulai dari pengolahan hasil laut, pengemasan, teknik barista, manual brew, dan pelayanan pelanggan sebagai bekal bekerja maupun berwirausaha.
Vice President TJSL PT Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menegaskan pelatihan tidak berhenti setelah peserta lulus, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan menjadi usaha.
“Khusus pelatihan hasil laut, setelah selesai pelatihan kita masih ada program lanjutan. Tetap berkoordinasi dengan BBPVP, karena hasil pelatihan ini tinggal dipraktikkan,” ujar Zulhendri.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan.
“Lowongan kerja sekarang tidak berbanding lurus dengan jumlah pencari kerja. Harapannya adik-adik bisa menjadi pionir, bahkan nantinya mampu menampung teman-teman lain yang belum memiliki pekerjaan,” katanya.
Proses rekrutmen peserta dilakukan sejak akhir bulan Juni bekerjasama dengan BMM, BBPVP Medan, Kecamatan Medan Belawan, dan juga Port Social Community (PSC). Keseluruhan peserta merupakan asli dari masyarakat Kecamatan Medan Belawan dengan kategori usia produktif dan belum bekerja.
Kepala BBPVP Medan Amran, S.T., mengatakan pelatihan dirancang untuk membentuk kompetensi teknis sekaligus karakter kerja sesuai standar industri. Ia juga mengajak peserta untuk membangun jiwa kewirausahaan.
“Jangan hanya berpikir menjadi pegawai. Kita membutuhkan lebih banyak wirausaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Ikuti arahan instruktur karena itu merupakan standar industri yang harus diterapkan,” kata Amran.
Pendampingan Insentif Paska Pelatihan
Selaku mitra pelaksana program, Lembaga Amil Zakat Nasional BMM Sumatera Utara menegaskan, fungsi mereka sebagai fasilitator program bertujuan agar dampak pelatihan terus dikembangkan.
Head Regional Office BMM Sumatera Utara, Budi Syahputra, mengatakan peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan, mulai dari pengurusan legalitas usaha hingga strategi pemasaran produk.
“Selain sertifikasi seperti NIB, Halal, dan PIRT, nanti juga akan didorong strategi pemasarannya. Kami memiliki tim pendamping yang bisa membantu teman-teman memasarkan produknya,” ujar Budi.
Pelatihan vokasi ini sudah berlangsung sejak pekan kedua Juli. Para peserta mengikuti pelatihan secara intensif di BBPVP Medan selama delapan jam per harinya.
“Untuk olahan hasil laut, komoditas utamanya yang diolah adalah produk bahari Belawan. Hari ini 16 peserta sudah terlihat hasilnya bisa mengolah hasil laut menjadi nugget dan juga bakso,” jelas Budi.
Ditambahkannya, pemilihan jenis varian ini juga berdasarkan kesenangan masyarakat. “Kita akan upayakan hasil olahan ini mulai mengisi jajanan pasar kaki lima. Sekarang tuh masyarakat, anak kecil hingga dewasa, seneng sekali makan bakso kecil-kecil pakai kuah kari, kemudian bakso dan juga nugget bakar,” ujarnya.
“Kita akan coba jajaki. Namun dengan catatan seluruh peserta yang sudah dilatih berkomitmen tinggi. Sejauh ini peserta yang hadir di BBPVP Medan tingkat kehadirannya 90%. Ini baik dan kami sangat apresiasi,” tutup Budi. (RED)



















