MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Komunitas Ngobrol Buku bersama Roha Café dan fotografer Andi Gultom menggelar pameran foto, charity, dan diskusi kemanusiaan bertajuk “Usai Bandang, Sebuah Refleksi”. Kegiatan ini berlangsung pada 31 Januari–14 Februari 2026 di Galeri Lantai 2 Roha Café, Jalan Abdullah Lubis No. 79/101 Medan.
Ketua Komunitas Ngobrol Buku sekaligus Manager Pameran, Eka Dalanta, mengatakan kegiatan ini merupakan respons atas banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra diantaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak akhir November 2025. Hingga akhir Januari 2026, penanganan dampak bencana dinilai belum tuntas.
“Sudah lebih dua bulan, tetapi masih banyak warga yang tinggal di tenda pengungsian. Akses air bersih terbatas, dan ketika hujan turun, banjir kembali terjadi,” ujar Eka.
Ia menambahkan, berkurangnya jumlah relawan dan bantuan membuat para penyintas berpotensi mengalami trauma berkepanjangan. “Para penyintas bukan sekadar angka. Mereka manusia yang tidak boleh dilupakan,” katanya.
Fotografer Andi Gultom menegaskan, pameran ini menjadi upaya untuk menjaga ingatan publik bahwa persoalan banjir bandang belum selesai. Tema “Usai Bandang: Sebuah Refleksi” mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan penyintas sejak fase bencana, proses bertahan, hingga harapan pemulihan.
Sebanyak 60 foto karya Andi dipamerkan dan dikurasi oleh Fatris MF. Foto-foto tersebut diambil saat penyaluran bantuan di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Aceh Tamiang pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Dokumentasi visual ini tidak hanya merekam realitas, tetapi juga menghadirkan empati terhadap para korban.
Selain pameran, kegiatan ini menghadirkan tujuh diskusi kemanusiaan setiap akhir pekan. Topik yang diangkat beragam, mulai dari peran fotografi dalam dokumentasi bencana, pendekatan humanis terhadap korban, faktor ekologis penyebab banjir, risiko sosial dan ekonomi, trauma pascabencana, keterampilan dasar bertahan hidup, hingga solidaritas warga.
Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi tersebut, termasuk jurnalis, akademisi, praktisi kebencanaan, psikolog, hingga penyintas. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, turut menghadiri pembukaan diskusi dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah terdampak.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Ngobrol Buku berharap kesadaran publik terhadap isu kebencanaan di Sumatra semakin kuat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam upaya pemulihan. (RED)


























