MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Kalender Jawa kerap dijadikan masyarakat dalam menentukan hari baik, merencanakan acara penting, hingga memahami karakter seseorang melalui weton.
Berikut ini akan diulas kalender Jawa hari ini, Senin 16 Februari 2026, lengkap pasaran, weton, dan watak hari menurut perhitungan tradisional Jawa.
Ada 12 bulan yang mengikuti peredaran bulan (lunar calendar), dengan kombinasi siklus Pancawara (lima hari pasaran) dan Saptawara (tujuh hari dalam sepekan) dalam penanggalan Jawa. Pada Februari 2026, kalender Jawa mencatat dua fase penting, yaitu Jumadil Awal, bulan keempat, dan Judamidawal, bulan kelima.
Secara sistem, kalender Jawa lebih mirip kalender Hijriah dibandingkan Masehi karena sama-sama menggunakan perhitungan lunar (qamariyah). Bedanya, dalam kalender Jawa, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam (bakda magrib), bukan tengah malam seperti pada kalender Masehi.
Dalam Kalender Jawa, setiap hari tidak hanya dihitung berdasarkan sistem Masehi, tetapi menggunakan lima siklus pasaran, yaitu Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Kombinasi antara hari dan pasaran disebut weton, yang dipercaya memiliki makna khusus dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Masyarakat mempercayai perhitungan weton dan pasaran Jawa untuk menentukan hari baik untuk pernikahan, pindah rumah, hingga acara adat lainnya.
Berikut pasaran Jawa hari ini, Senin 16 Februari 2026 lengkap dengan wetonnya.
Kalender Jawa: 28 Ruwah 1959
Kalender Masehi: 16 Februari 2026
Kalender Hijriah: 28 Syakban 1447 H
Hari: Senin
Pasaran: Wage
Weton: Senin Wage
Watak Weton Senin Wage
Weton Senin Wage memiliki neptu 8. Neptu weton Senin Wage berasal dari penggabungan nilai hari Senin 4 dan nilai pasara Wage 4.
Orang yang lahir Senin Wage dalam kepercayaan Jawa cenderung menghindari situasi memalukan.
Pasalnya, mereka suka merencanakan dan menimbang pilihan dengan hati-hati.
Mereka tipe orang yang memiliki kepribadian jujur, mau mendengarkan masalah orang lain, dan memiliki sikap tenang yang membuat mereka tampak meyakinkan.
Kelahiran ini cocok menjadi diplomat. Namun, saat marah, mereka sulit menerima alasan dan bisa sangat keras kepala, sehingga lebih baik dibiarkan sendiri menenangkan diri. (*)



























