TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Iran memperingatkan, perang regional akan sangat menghambat kemajuan dan pembangunan di kawasan tersebut, seraya mencatat bahwa meskipun Iran sepenuhnya siap, pihaknya tidak memiliki keinginan untuk memulai konflik semacam itu.
Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, dikutip dari Tasnim, Senin (9/2/2026).
Dalam komentarnya pada pertemuan dengan para komandan dan staf Angkatan Udara dan Pertahanan Udara Iran pada hari Minggu, Abdolrahim Mousavi mengatakan, beberapa hari terakhir telah dengan jelas menunjukkan citra Iran yang kuat, dan mencatat bahwa negara tersebut memiliki otoritas dan kesiapan yang diperlukan untuk perang jangka panjang dengan Amerika Serikat.
Merujuk pada putaran terakhir pembicaraan nuklir antara Iran dan AS di Oman, komandan tersebut mengatakan bahwa Iran menyambut baik jalur negosiasi yang rasional dan masuk akal, bebas dari prasyarat yang tidak logis.
Ia menggarisbawahi bahwa terlepas dari tingkat kesiapan ini, Iran benar-benar tidak tertarik untuk memulai perang regional. Kepala staf mengatakan bahwa meskipun target dari kobaran api konflik regional adalah para agresor, perang semacam itu pasti akan menghambat kemajuan dan pembangunan kawasan tersebut selama bertahun-tahun.
Jenderal Mousavi memperingatkan bahwa tanggung jawab atas konsekuensi dari perang regional apa pun akan berada di pundak para penghasut perang, khususnya AS dan rezim Israel.
Dalam pidatonya pada 1 Februari, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei memperingatkan bahwa perang baru apa pun yang diprakarsai oleh AS akan berubah menjadi konflik regional.
“Menurut pendapat saya, mereka seharusnya tidak mencoba mengintimidasi bangsa Iran dengan hal-hal seperti itu. Rakyat Iran tidak terpengaruh oleh pembicaraan semacam ini. Mereka tidak takut untuk membela kebenaran. Kami bukanlah inisiator (perang). Kami tidak berusaha menindas siapa pun. Kami tidak berusaha menyerang negara mana pun. Namun, siapa pun yang menunjukkan keserakahan dan berusaha menyerang atau menyebabkan kerugian, akan menghadapi pukulan telak dari bangsa Iran. Tentu saja, Amerika juga harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional,” kata Pemimpin Tertinggi.



























