• Latest
  • Trending
  • All
Virus Nipah Alarm Untuk Dunia: Belum Miliki Vaksin dan Cukup Berbahaya

Ini Alasan Kenapa Virus Nipah Berbahaya dan Ditakuti      

1 Februari 2026
Plt. Bupati Langkat: Jangan Ada Anak Langkat Putus Sekolah

Plt. Bupati Langkat: Jangan Ada Anak Langkat Putus Sekolah

5 Oktober 2026
Polres Padangsidimpuan Amankan 1 Tersangka dan 20 Kg Ganja

Polres Padangsidimpuan Amankan 1 Tersangka dan 20 Kg Ganja

5 Oktober 2026
Karo Open Karate Championship 2026 Piala Bupati Karo Resmi Ditutup

Karo Open Karate Championship 2026 Piala Bupati Karo Resmi Ditutup

5 Oktober 2026
Karo Open Karate Championship 2026 Piala Bupati Karo Resmi Ditutup

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

5 Oktober 2026
Ketua DPRD Langkat Ucapkan Selamat atas Pelantikan Edi Bahagia Sinuraya sebagai Ketua PMS

Ketua DPRD Langkat Ucapkan Selamat atas Pelantikan Edi Bahagia Sinuraya sebagai Ketua PMS

5 Oktober 2026
SMSI Madina Desak Polres Tangkap Pemilik Ekskavator PETI Jambur Tarutung Kotanopan yang Dibakar Warga

SMSI Madina Desak Polres Tangkap Pemilik Ekskavator PETI Jambur Tarutung Kotanopan yang Dibakar Warga

5 Oktober 2026
Juliadi Kaban Laporian AS Atas Pencemaran Nama Baik

Juliadi Kaban Laporian AS Atas Pencemaran Nama Baik

4 Oktober 2026
Sapa Warga di Beringin, Rico Waas Siapkan Solusi Banjir hingga 10.000 CCTV

Sapa Warga di Beringin, Rico Waas Siapkan Solusi Banjir hingga 10.000 CCTV

4 Oktober 2026
Diduga Penyerobotan Lahan Milik Warga Kubuan, Sekelompok Warga Tapak Kuda Diadukan ke Polisi

Diduga Penyerobotan Lahan Milik Warga Kubuan, Sekelompok Warga Tapak Kuda Diadukan ke Polisi

4 Oktober 2026
Tak Terbendung, PSMS Kembali Pesta Gol Usai Pecundangi Persikad Depok 4-0

Tak Terbendung, PSMS Kembali Pesta Gol Usai Pecundangi Persikad Depok 4-0

3 Oktober 2026
Ini Penjelasan PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Terkait Kenaikan Tagihan

Ini Penjelasan PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Terkait Kenaikan Tagihan

3 Oktober 2026
Anggota DPRD Madina Binsar Nasution Ditikam Saat Melayat

Anggota DPRD Madina Binsar Nasution Ditikam Saat Melayat

3 Oktober 2026
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ini Alasan Kenapa Virus Nipah Berbahaya dan Ditakuti      

by Ratih
1 Februari 2026
in HEADLINE, LIFESTYLE
Virus Nipah Alarm Untuk Dunia: Belum Miliki Vaksin dan Cukup Berbahaya

Ilustrasi Virus Nipah menjadi alarm untuk dunia. [Int]

FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Virus Nipah kembali menarik perhatian global karena dianggap sebagai salah satu patogen paling berbahaya saat ini.

Hal ini tidak terlepas dari karakteristiknya yang memiliki tingkat kematian tinggi, kemampuan penularan yang cepat, serta tidak ada vaksin maupun obat khusus untuk penanganannya.

Baca Juga

Tak Terbendung, PSMS Kembali Pesta Gol Usai Pecundangi Persikad Depok 4-0

Brigjen Pol Sonny Irawan Jabat  Kapolda Sumut 

Rundown Konser NCT 127 Jakarta 2026 Diburu NCTzen, Intip Bocorannya!

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah memasukkan virus Nipah ke dalam daftar patogen berisiko tinggi yang berpotensi memicu wabah lintas negara.

Virus Nipah tergolong penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan juga menyebar antarmanusia.

Virus ini menjadi sorotan karena memiliki jalur penularan yang beragam dan berisiko tinggi.

Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan kelelawar, hewan lain yang terinfeksi, maupun mengonsumsi makanan yang tercemar air liur atau kotoran kelelawar.

Selain penularan dari hewan, kasus penyebaran virus Nipah dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan. Interaksi erat dengan cairan tubuh penderita menjadi salah satu jalur penularan yang perlu diwaspadai.

Kenapa Virus Nipah Ditakuti?

Kekhawatiran dunia kembali meningkat seiring ditemukannya kasus terbaru di India.

Meski jumlah kasus yang terkonfirmasi masih relatif sedikit, otoritas setempat langsung menerapkan langkah karantina massal dan pengawasan ketat. Berikut beberapa alasan kenapa virus Nipah ditakuti:

1. Angka Kematian Tinggi

Virus Nipah diketahui memiliki tingkat fatalitas yang sangat besar. Berdasarkan sejumlah wabah yang pernah terjadi, tingkat kematian yang dilaporkan mencapai sekitar 40–75 persen. Artinya, hampir setengah hingga sebagian besar orang berisiko meninggal, jauh melampaui banyak penyakit menular lainnya.

2. Belum Tersedia Vaksin dan Terapi Khusus

Hingga kini, belum ada vaksin maupun obat antivirus yang secara khusus ditujukan untuk melawan virus Nipah.

Penanganan medis masih terbatas pada perawatan suportif, yaitu mengurangi gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil. Kondisi ini membuat infeksi Nipah menjadi semakin berbahaya karena belum ada pengobatan yang dapat langsung menghentikan virus.

3. Gejala Awal Sulit Dibedakan

Pada fase awal, infeksi virus Nipah sering menyerupai penyakit ringan seperti flu. Penderitanya dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, dan tidak enak badan. Karena keluhannya bersifat umum, banyak kasus terlambat terdeteksi sehingga risiko penularan semakin besar sebelum diagnosis dilakukan.

4. Menyerang Otak dan Sistem Saraf

Salah satu dampak paling serius dari virus Nipah yaitu terjadinya ensefalitis atau peradangan otak. Kondisi ini dapat memicu kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma, dan sering menjadi penyebab utama kematian. Bahkan pada pasien yang selamat, gangguan saraf jangka panjang seperti kejang berulang dan perubahan perilaku masih dapat terjadi.

5. Memiliki Banyak Jalur Penularan

Virus Nipah dapat menyebar tidak hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga antarmanusia. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan yang tercemar air liur atau kotoran hewan pembawa virus, serta paparan cairan tubuh penderita. Beragamnya jalur penularan ini membuat pengendalian virus menjadi lebih sulit.

6. Memicu wabah lintas negara

Kemampuan virus Nipah untuk menular antarmanusia, ditambah gejala awal yang tidak khas, menjadikannya berpotensi menyebar ke berbagai wilayah bahkan lintas negara. Inilah alasan WHO menetapkan virus Nipah sebagai patogen prioritas global yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

Gejala Virus Nipah

Mengacu pada dokumen Direktorat Pelayanan Kesehatan (DHS) Kerala, tanda-tanda infeksi virus Nipah dapat mulai muncul dalam rentang waktu 4–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Seseorang yang terinfeksi penyakit ini umumnya akan mengalami sejumlah gejala berikut:

• Batuk

• Radang tenggorokan

• Demam

• Sakit kepala

• Sulit bernapas

• Mual

Pada kasus yang tergolong berat, seiring berjalannya waktu virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat dan memicu pembengkakan pada otak atau ensefalitis. Pada fase ini, penting untuk mengetahui sejumlah gejala berikut:

• Kejang

• Koma

• Kebingungan dan disorientasi

• Pembengkakan otak (ensefalitis)

Alasan kenapa virus Nipah ditakuti, karena memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, belum tersedia vaksin maupun obat khusus, serta mampu menular melalui berbagai jalur, termasuk antarmanusia. Gejala awal yang sulit diketahui dan kemampuannya menyerang otak, serta sistem saraf membuat infeksi ini semakin berbahaya.

Dengan potensi penyebaran lintas wilayah hingga lintas negara, virus Nipah menjadi ancaman kesehatan global yang harus diwaspadai dan dikendalikan sejak dini.

Post Views: 385
Tags: Ancaman kematianBelum Ditemukan VaksinBerbahayaDitakutipenularan tinggiVirus Nipah
ShareSendShare
Ratih

Ratih

Baca Juga

Tak Terbendung, PSMS Kembali Pesta Gol Usai Pecundangi Persikad Depok 4-0
HEADLINE

Tak Terbendung, PSMS Kembali Pesta Gol Usai Pecundangi Persikad Depok 4-0

3 Oktober 2026
Brigjen Pol Sonny Irawan Jabat  Kapolda Sumut 
HEADLINE

Brigjen Pol Sonny Irawan Jabat  Kapolda Sumut 

3 Oktober 2026
Rundown Konser NCT 127 Jakarta 2026 Diburu NCTzen, Intip Bocorannya!
HEADLINE

Rundown Konser NCT 127 Jakarta 2026 Diburu NCTzen, Intip Bocorannya!

3 Oktober 2026
Dulu Tukang Kritik Kini Masuk Istana: Rocky Gerung Klaim Tetap Bersikap Radical Break 
HEADLINE

Dulu Tukang Kritik Kini Masuk Istana: Rocky Gerung Klaim Tetap Bersikap Radical Break 

3 Oktober 2026
Final FIFA ASEAN CUP 2026: John Herdman Sebut Thailand Lawan Tangguh
HEADLINE

Final FIFA ASEAN CUP 2026: John Herdman Sebut Thailand Lawan Tangguh

3 Oktober 2026
Hadapi Persikad Depok, PSMS Medan Bidik Puncak Klasemen 
HEADLINE

Hadapi Persikad Depok, PSMS Medan Bidik Puncak Klasemen 

2 Oktober 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In