MEDAN (HARIANSTAR.COM) Di tengah berkembangnya virus Nipah di India yang belum ditemukan vaksin atau pengobatannya, para orang tua diimbau lindungi anak agar tidak memakan buah bekas kelelawar.
Hal itu disampaikan Ketua PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso.
Menurut Piprim, orang tua perlu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar.
Sebab, virus Nipah dikhawatirkan menular ke manusia melalui hewan, termasuk kelelawar.
“Banyak juga kebiasaan kita, anak-anak memungut buah-buah yang bekas dimakan kelelawar karena malas manjat,” kata Piprim dalam sebuah webinar yang digelar pada Kamis (28/1/2026).
“Buah yang bekas kelelawar kadang-kadang juga dimakan. Kalau kelelawarnya mengandung virus nipah, maka ini bisa menularkan ke anak-anak kita,” katanya.
Piprim menuturkan saat ini belum ada vaksinasi atau pengobatan yang spesifik untuk orang yang terjangkit virus Nipah.
Virus ini pun berbahaya karena bisa menimbulkan peradangan otak dan menyerang sistem pertahanan tubuh jika tidak ditangani cepat.
Ia menyebut salah satu upaya untuk mencegah virus Nipah yang bisa dilakukan adalah menggiatkan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang menjadi salah satu kunci pencegahan gejala infeksi virus.
“Jadi, ini memang salah satu penyakit yang cukup serius, dan belum ada obat maupun vaksinnya. Oleh karena itu, PHBS menjadi salah satu kunci utama, perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.



























