JAKARTA (HARIANSTAR.COM) – Rasa duka atas kepergian selebgram Lula Lahfah semakin menaganga.
Itu tak lama setelah beredarnya ‘link CCTV Lula rekaman asli Full’ yang beredar dan dieksploitasi orang tak bertanggungjawab di TikTok.
Sebelumnya foto jenazah Lula Lahfah viral dan memicu kemarahan publik, kini muncul ancaman siber baru yang lebih terselubung namun berbahaya, yakni penyebaran klaim rekaman CCTV palsu.
Istilah-istilah pencarian yang tampaknya ingin memenuhi rasa penasaran publik justru menjadi gerbang praktik penipuan digital.
Salah satu frasa yang kini beredar luas di TikTok adalah “cctv lula lahfah rekaman asli full”.
Ketika diketik di kolom pencarian platform seperti TikTok atau mesin pencari, istilah ini membawa pengguna ke sejumlah video yang mengklaim memiliki rekaman eksklusif dari dalam kamar Lula Lahfah.
Akun-akun tersebut biasanya memposting cuplikan gelap atau gambar tidak jelas, disertai narasi sensasional untuk memancing klik.
Modusnya seragam dan patut dicurigai. Mereka tidak memperlihatkan rekaman yang disebut-sebut “asli” dan “full” tersebut.
Sebaliknya, mereka mengarahkan penonton yang penasaran untuk mengunjungi link yang tersedia di bio akun mereka.
Janjinya, di situlah rekaman lengkap dapat diakses atau diunduh.
Link yang ditawarkan tersebut memiliki potensi bahaya besar. Sangat mungkin, link tersebut mengarahkan pengguna ke:
Situs Phishing: Halaman yang dirancang mirip dengan login media sosial (seperti Instagram atau Facebook) untuk mencuri nama pengguna dan kata sandi korban.
Halaman Berisi Malware: Tautan yang, ketika diklik atau ketika pengguna mencoba mengunduh file, akan menyusupkan perangkat lunak berbahaya ke perangkat. Malware dapat mencuri data pribadi, mengunci perangkat untuk meminta tebusan (ransomware), atau mengontrol perangkat dari jarak jauh.
Situs Penipuan Iklan: Halaman yang penuh dengan pop-up dan redirect berbahaya, yang dimaksudkan untuk menghasilkan uang dari klik pengguna tanpa peduli pada keamanan mereka.
Eksploitasi ini merupakan penghinaan berlapis terhadap korban dan keluarganya.
Di satu sisi, privasi dan martabat mendiang terus dilanggar dengan dijadikan komoditas sensasi.
Di sisi lain, emosi dan rasa penasaran publik yang wajar dimanfaatkan untuk tujuan kriminal yang dapat merugikan secara finansial dan mengancam keamanan data pribadi.
Sementara itu, proses penyelidikan kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah masih berlangsung.
Pihak kepolisian mengaku tengah fokus menyusun kronologi kejadian dengan menganalisis seluruh rekaman CCTV yang ada.
“Iya, masih kita analisis CCTV terkait timeline kejadiannya. Kita lagi urutin timeline-nya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, ketika dikonfirmasi.
Di sisi lain, pemeriksaan saksi telah dilakukan terhadap pihak-pihak yang pertama kali menemukan dan melaporkan kejadian. Mereka adalah asisten rumah tangga, sopir, dan petugas keamanan apartemen.
“Baru itu saja karena mereka yang menginformasikan ke kita juga,” pungkas Iskandarsyah.



























