(Foto : FK)
LANGKAT (HARIANSTAR.COM) – Diduga berselingkuh dengan staf (Perangkat Desa), kantor kepala Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kabupate Langkat didemo puluhan warga pada Selasa (30/5/2023) sekira Jam 10.00 WIB.
Dengan dijaga ketat oleh aparat kepolisian Polsek Padang Tualang dan Anggota Koramil 10 Padang Tualang, tidak hanya berorasi, warga yang melakukan aksi demo yang diperkirakan berkisar 70 orang itu juga membawa spanduk yang bertuliskan “Hanya Satu Kata Kades Harus Turun, Karang Sari Kades Kadu Podo Wae Cabul” dan lainnya tumpah di halaman kantor desa.
Berselang 10 menit berorasi menyampaikan keluh kesahnya, pendemo diperbolehkan masuk ke kantor desa untuk menyampaikan keluhannya dengan tertib dan kondusif oleh petugas yang berjaga di pagar kantor.
Perwakilan masyarakat yang masuk ke kantor desa diperkirakan 10 orang itu disambut baik oleh Kapolsek Padang Tualang AKP Sutrisno SH, PLT Camat Padang Tualang Muhammad Izwanda SE M AP, Kanitreskrim Polsek Padang Tualang Iptu Hermawan SH Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Wahidin dan unsur lainnya.
Dihadapan petugas mereka satu persatu menyampaikan keluhannya terkait dugaan perbuatan yang dilakukan oleh kepala desa dan perangkatnya.
Tak hanya resah dengan dugaan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan kepala desa, namun warga juga marah dengan dugaan asusila yang dilakukan oleh oknum kepala dusun Karang Sari kepada wanita yang sudah bersuami ditinggal merantau.
Hal itu disampaikan langsung oleh RZ (40), warga Dusun Karang Sari Perumnas, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang.
“Saya sudah menjadi korban, kemarin waktu merantau istri saya main dengan kepala dusun saya. Dan itu sudah diakui dan ditandatangani oleh kepala dusun dan saksi lainnya bahwa dia melakukan perbuatan yang tidak senonoh kepada istri saya,” ucapnya dengan emosi.
Lanjut RZ bahwa sebelumnya hal itu sudah dilakukan perdamaian dan perdamaian tersebut disaksikan dan ditandatangani oleh kepala desa pada tanggal 5 Mei lalu.
“Pada saat itu juga saya minta ke kepala desa untuk memberhentikan kepala dusun yang berhubungan dengan istri saya, namun hingga sekarang kepala desa tidak juga memberhentikannya.” jelasnya.
Ditempat yang sama salah seorang ibu-ibu bernama Imas (46) mengatakan, bahwa dirinya sangat malu dengan perbuatan kepala desa.
“Kita gak mau punya kepala desa seperti itu, kita mau dia diberhentikan atau mengundurkan diri, kita takut anak kita kedepannya menjadi korban,” ucap Imas dengan penuh kekhawatiran.
Sementara itu Plt Camat Padang Tualang Muhammad Izwanda mengatakan, bahwa hasil keberatan warga nantinya akan di tuliskan dalam surat dan diteruskan ke Inspektorat.
“Disini saya tidak membela siapapun, tetapi dalam persoalan ini bapak dan ibu juga harus melengkapi saksi dan bukti yang akurat agar bisa ditindaklanjuti ke pihak yang berwenang. Dan saya berharap agar warga tidak melakukan hal-hal yang melawan hukum,” ucap Plt yang akrab disapa Wanda itu.
AKP Sutrisno SH berpesan kepada masyarakat agar berorasi dengan damai dan jangan sampai membahayakan diri warga.
“Kantor desa ini berada dipinggir jalan, banyak lalu-lalang kendaraan besar, mari kita jaga keselamatan dan Kambtibmas,” imbaunya
Sementara itu setelah masa membubarkan diri, Nanang kepala Desa Tanjung Putus saat dikonfirmasi di ruangannya dan ditemani istrinya, ia mengatakan bahwa apa yang dituduhkan warga kepada dirinya itu tidak benar.
“Waktu itu saya pergi membawa mobil teman saya yang rencananya mau saya beli untuk saya cek ke bengkel, berhubung hari Senin biasanya kami ada rapat internal. Bertepatan si AS lagi berada di rumah, itupun karena dia telpon saya dan bertanya mengenai rapat sembari memberitahu keberadaan dirinya. Kemudian saya bilang ke AS bahwa saya lagi di Stabat dan saya bilang ke AS ya sudah sama aja kita pulang, saya tunggu di Stabat,” jelas Nanang
Lanjut Nanang, bahwa pada Jam 10.00 WIB dirinya bertemu dengan adiknya di Stabat dan kembali ke kantor desa.
“Dan apabila menurut masyarakat itu salah, saya atas nama pribadi memohon maaf,” pungkasnya. (FK)



























